Alasan HSBC Menolak Menjadi Bank Persepsi Tax Amnesty

Pemerintah untuk menyukseskan program Tax Amnesty mengundang 19 bank yang diperhitungkan akan menjadi gateway dari dana tax amnesty ini. Dari 19 bank tersebut HSBC atau Hongkong Shanghai Bank Corporation merupakan salah satu bank yang masuk dalam daftar tersebut. Akan tetapi dalam proses penandatangan MOU, HSBC secara mengejutkan menarik diri atau tidak melakukan penandatanganan MOU tersebut sebagai pihak yang bersedia menjadi gateway dana tax amnesty.

Walaupun demikian, HSBC Indonesia tetap mendukung kebijakan pemerintah mengenai program pengampunan pajak yang dimaksudkan untuk warga negara Indonesia yang memiliki dana diluar negeri agar membawa pulang dana tersebut.
Alasan HSBC Menolak Menjadi Bank Persepsi Tax Amnesty
Daisy K. Primayanti, Juru Bicara HSBC mengatakan bahwa bank yang berkantor pusat di London tersebut sangat menyambut baik undangan pemerintah untuk menjadi salah satu bank persepsi dan pengelola dana hasil tax amnesty ini. “HSBC Indonesia tetap pada posisi mendukung penuh semua kebijakan pemerintah terutama kebijakan yang membawa angin segar dan positif untuk iklim investasi Indonesia. Akan tetapi HSBC hanya akan mendukung terlaksanannya program ini melalui cara memberi informasi penting terkait dengan koridor panduan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah serta kebijakan dan prosedur internal HSBC,” kata Daisy Selasa 27 Juli 2016.

Sebagai bagian dari bank global yang memiliki cabang dilebih dari 100 negara, Daisy mengatakan bahwa HSBC tetap tunduk pada kewajiban dan komitmen bank terhadap regulator internasional. Oleh karena itu HSBC harus mempelajari terlebih dahulu kebijakan ini dari aspek individu, korporasi hingga pemerintah sehingga HSBC bisa mengetahui dengan jelas dampak negatif dan positif dari perjanjian ini.

Sebagai gambaran, bank yang secara langsung diundang pemerintah harus menandatangani terlebih dahulu persetujuan untuk bersedia ditunjuk sebagai gateway tax amnesty sebelum menandatangani kontrak resmi untuk menjadi bank gateway dan bank persepsi dalam program tax amnesty ini.

Pada pertemuan tersebut 18 bank yang diundang oleh pemerintah adalah, BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Danamon, Bank Pemata, Bank Pan Indonesia atau dikenal Panin, Bank UOB, Maybank Indonesia, CIMB Niaga, Bank Mega, Bank Bukopin dan Bank Syariah Mandiri. Selain bank-bank tersebut terdapat 1 bank BUMD yaitu BPD Jawa Barat dan Banten yang diikuti oleh 3 bank asing skala internasional yaitu Citibank, DBS Indonesia, Standard Chartered dan Deutsche Bank.