Arcandra Diharapkan Teruskan Program Sudirman Said

Pergantian sejumlah menteri di Kabinet Kerja atau reshuffle yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo pada Rabu 27 Juli 2016. Salah satu posisi yang terkena reshuffle adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM. Arcandra Tahar terpilih untuk menggantikan mantan Dirut Pindad, Sudirman Said.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengharapkan Menteri ESDM baru yang terpilih, Archandra yang merupakan sosok yang pintar dan muda sehingga memiliki energi tambahan untuk memimpin dan menangani sektor ESDM. Arcandra dan Wiratmaja merupakan satu alumni di jurusan teknik mesin Institut Teknologi Bandung.
Arcandra Diharapkan Teruskan Program Sudirman Said
Wiratmaja juga menambahkan bahwa Arcandra memiliki keahlian dibidang instruktur migas beserta fasilitas-fasilitas migas yang dikelola secara offshore. “Keahliannya di ocean engineering karena sekolahnya fokus di ocean engineering. Harapan terbesar adalah Menteri ESDM yang baru Arcandra bisa melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh Menteri ESDM sebelumnya, Sudirman Said,” kata Wiratmaja.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala SKK Migas yang mengawasi kegiatan minyak dan gas bumi di sektor hulu, Amien Sunaryadi telah mengatakan bahwa sektor hulu sangat memberikan harapan dan ekspetasi yang tinggi pada Menteri Arcandra terutama jika dilihat dari latar belakang beliau yang merupakan lulusan dari latar belakang pendidikan dan karier di bidang migas.

Sunaryadi juga mengatakan bahwa sejauh ini banyak terdapat permasalahan di sektor hulu migas yang masih belu diselesaikan dan cenderung carut marut seperti pengawasan pengadaan vendor yang bekerjasama dengan para Kontraktor Kontrak Kerja Sama atau KKKS.

“Misalnya SKK brkontrak dengan 290 PSC atau production sharing contract. 290 PSC ini memiliki kontrak pengadaan dengan lebih dari 1.500 vendor, akan tetapi sampai saat ini belum dipastikan apakah vendor tersebut tergolong nakal atau tidak,” kata Sunaryadi.

Selain itu Amien juga menjelaskan bahwa terdapat kendala kebijakan pada beberapa peraturan yang menghambat sektor hulu migas seperti Peraturan Pemerintah tahun 2010 No. 29 dan juga Peraturan Pemerintah No. 79 yang perlu di revisi.

Terakhir, Amien berharap semua proyek migas yang selama ini tertunda ataupun masih berjalan harap dapat di lanjutkan oleh Menteri ESDM yang baru.