BI Diprediksi Turunan Suku Bunga Acuan Besok

Bank sentral Indonesia atau BI direncanakan mengumumkan hasil rapat Dewan Gubernur bulan Juli ini pada hari Kamis 21 Juli besok. Sejumlah ekonom memprediksi bahwa BI telah mendapatkan ruang untuk melakukan pelonggaran berhubung kondisi ekonomi nasional yang sudah lebih baik dari beberapa bulan yang lalu. Mengacu pada asumsi tersebut, Bank Indonesia diperkirakan akan menurunkan BI Rate.

Ekonom Samuel Asset Manajemen Lana Soelistianingsih mengatakan bahwa bulan Juli ini merupakan momen paling pas dan terbaik bagi BI untuk menurunkan BI Rate. Hal ini didasari fakta bahwa besok adalah hari terakhir Rapat Dewan Gubernur yang akan memutuskan posisi BI Rate yang akan tetap, turun ataupun naik. Bulan Agustus menurut Lana tidak akan menjadi momen yang cocok karena BI Rate akan berubah menjadi BI Seven Day Reverse Repo Rate sehingga jika BI tidak ingin momentum ekonomi yang kembali didapatkan pemerintah tidak menjadi sia-sia maka BI Rate sudah seharusnya turun bulan ini.
BI Diprediksi Turunan Suku Bunga Acuan Besok
Lebih lanjut menurut Lana, kondisi eksternal atau luar negeri dalam hal ini keadaan ekonomi global juga memungkinan bank sentral untuk melakukan pemangkasan tersebut. Pertama karena The Fed sudah hampir dipastikan tidak akan menaikkan suku bunganya. Kedua, tambahan likuiditas karena program Tax Amnesty akan membuat pasar modal nasional dibanjiri oleh dana segar sehingga rupiah cenderung memiliki kekuatan untuk bertahan bahkan menguat.

Selain faktor eksternal tersebut, sambung Lana, masih terdapat faktor internal yaitu yang pertama adalah adanya kekhawatiran terjadi pelambatan ekonomi pasca lebaran sehingga dibutuhkan dukungan moneter terutama sektor swasta. Kedua masih berhubungan dengan tax amnesty yaitu akan adanya dana tersedia bagi pemerintah karena arus dana wajib pajak yang mengikuti Tax Amnesty diharapkan akan terserap sebagian oleh BUMN selain belum ditambah pertambahan pendapatan pajak dari uang tebusan Tax Amnesty ini.

“Penurunan merupakan hal paling logis karena bisa menjadi tambahan likuiditas. Disisi lain penurunan akan menjadi tenaga tambahan bagi perekenomian dalam negeri yang saat ini sudah mulai mendapatkan momentum. Saya perhitungkan BI masih mempunyai kemampuan untuk menurunkan 50 basis point menjadi 6 persen dari 6,5 persen,” kata Lana.

Tak hanya BI Rate, Lana juga memperkirakan bahwa suku bunga acuan juga memiliki ruang untuk di pangkas kembali yaitu sebesar 25 basis point menjadi 5 persen bahkan jika skenario fiskal dan target ekenomi pemerintah tercapai makan bisa aja BI Seven Day Reverse Depo Rate diturunkan menuju 4,75 persen pada akhir tahun.

Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga memperkirakan hal yang sama yaitu penurunan BI Rate akan tetapi penurunan yang diprediksi yaitu sebesar 25 basis point dikarenakan BI yang cenderung tidak ingin mengambil resiko. Andry juga menghitung bahwa ruang pelonggaran akan terbuka lebar dikarena fundamental ekonomi sudah berjalan cukup baik sejauh ini walaupun pertumbuhan belum sesuai dengan target pemerintah.

Berbeda dengan ekonom yang memperkirakan akan terjadi penurunan, Ekonom dari Development Bank of Singapore atau DBS Gundy Cahyadi memperkirakan BI tidak akan menurunkan BI Rate pada bulan ini atau memilih tetap mempertahankannya. Menurut Gundy, BI akan fokus pada transmisi kebijakan moneter dikarenakan bank masih tergolong lambat dalam menyesuaikan suku bunga.

Gundy memperkirakan BI Rate akan dipertahankan karena Suku bunga Acuan yang baru