Laporan Minyak AS Membuat Minyak Tertekan 1,3 Persen

Harga minyak yang mulai menunjukkan penguatan setelah mengalami penurunan besar-besaran selama 1 tahun terakhir kembali tertekan setelah Amerika Serikat merilis data industri mereka yang menunjukkan cadangan minyak negara superpower tersebut meningkat.
Laporan Minyak AS Membuat Minyak Tertekan 1,3 Persen
Berdasarkan catatan Bloomberg pada Rabu 13 Juli 2016, harga minyak WTI untuk kontrak pengiriman Agustus 2016 di New York Mercantile Exchange atau Nymex tergerus 1,3 persen dibanding sehari sebelumnya. Sebelumnya pada tanggal 12 Juli atau hari Selasa semalam, harga minyak tercatat naik 4,6 persen.

American Petroleum Institute mencatat bahwa persediaan minyak AS naik 2,2 juta barel pada pekan lalu. Berbeda dengan American Petroleum Institute, Pemerintah yang akan merilis data resmi cadangan minyak AS diprediksi akan mencatat penurunan stok untuk meredam kecemasan pasar akan adalah kelebihan pasokan minyak yang akan membanjiri pasar sehingga mendorong minyak untuk melemah.

Minyak yang saat ini diperdagangkan pada level 44 dollar hingga 52 dollar per barel merupakan nilai tertinggi setelah komoditas yang disebut dengan emas hitam mengalami penurunan hingga setengah nilai sekarang yaitu 26 dollar per barel pada Februari lalu. Naiknya harga minyak disebabkan oleh gangguan produksi di Kanada dan Nigeria yang ditambah oleh jatuhnya output AS membuat harga minyak kembali meroket ke level 50-an dollar per barel.

“Minyak akan melemah bila stok atau cadangan yang berada di pasar melebih permintaan. Secara musiman seharusnya saat ini cadangan atau persediaan itu turun setidaknya hingga pertengahan Agustus. Ini menunjukkan bahwa minyak masih terjadi abnomali sehingga meningkatkan resiko investasi didalamnya,” kata Hong Sung Ki, Analisis Komoditas di Samsung Futures ketika ditanya oleh Bloomberg.