Menko Ekonomi : Singapura Tidak Akan Bisa Menghalangi Tax Amnesty

Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan sosialisasi program tax amnesty. Program yang direncanakan akan menarik kembali pulang dana WNI yang diparkir diluar negeri seperti Singapura.

Menteri Koordinatior Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini, Singapura tidak akan sanggup menghalangi dana WNI yang terparkir di Singapura untuk kembali pulang ke tanah air. Hal ini dikarenakan saat ini Singapura telah memberikan tawaran berupa membayar uang tebusan yang merupakan salah satu poin dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak.
Menko Ekonomi Singapura Tidak Akan Bisa Menghalangi Tax Amnesty
“Kalau tadinya mereka ingin menahan akan tetapi saya yakin mereka tidak akan berhasil,” kata Darmin di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Minggu 24 Juli 2016.

Darmin menjelaskan bahwa program pengampunan pajak bagi para WNI yang menyembunyikan harta kekayaannya yang sering disebut pengemplang pajak sesuatu hal yang menarik yaitu pembayaran denda 2 persen dan maksimal 5 persen. Oleh karena itu, mantan Gubernur Bank Indonesia menyakini bahwa Singapura tidak akan bisa menjegal aliran dana repatriasi untuk kembali ke tanah air.

“Insentif yang ditawarkan cukup menarik akan tetapi tetap ada celah karena para WNI yang mendaftar program tax amnesty harus mencari instrumen penempatan dana mereka, jika ini bisa diatur dalam 1 pintu tentunya akan menjadi semakin menarik,” kata darmin.

Darmin menambahkan bawha insentif yang diberikan dalam program pengampunan pajak ini berpotensi untuk menambah pemasukan negara dari sektor pajak sebesar 165 triliun rupiah. “Hingga saat ini sudah ada 2.700 orang yang terkonfirmasi tertarik untuk ikut program tax amnesty ini. Masalah terbesar adalah instrumen penempatan dana ini yang belum siap sepenuhnya, untuk insentif sendiri sudah sangat menarik bagi para WNI ini,” tutup Darmin.