Sentimen Tax Amnesty Berhasil Kerek Reksadana

Pengesahan Undang-Undang Tax Amnesty atau pengampunan pajak menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia terutama bagi pasar modal seperti reksadana. Kepastian berlakunya Undang-Undang tersebut membuat return reksadana melesat.

Infovesta Utama mencatat, rata-rata return atau imbal hasil reksadana saham di semester pertama ini mencapai 9.59 persen diatas rata-rata return atau imbal hasil jenis reksadana lainnya. Padahal sebelum beleid ini disahkan oleh DPR, jenis reksadana saham selalu berada di urutan buncit dari semua jenis reksadana yang ada.
Sentimen Tax Amnesty Berhasil Kerek Reksadana
Sepanjang juni ini, kinerja reksadana terus meroket dengan kenaikan sebesar 4.49 persen dibanding bulan sebelumnya. Sebagai buktinya, UU Pengampunan Pajak yang disahkan pada Juni lalu membuat reksadana saham menjadi menarik padahal pada bulan Mei ketika UU ini akan disahkan atau tidak, jenis reksadana ini mengalami penurunan hingga mencapi 0,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau April.

Efek UU Pengampunan pajak ini berhasil membuat pasar kembali bergairah dan mengarah ke bullish. Gairah tersebut membuat reksadana saham mengalami kenaikan positif dibanding beberapa bulan terakhir. Sekedar informasi, UU Pengampunan Pajak disahkan pada 28 Juni lalu. Beberapa jam setelah itu IHSG di tutup menguat 0,95 persen atau ke level 4.882,17 rupiah. Kenaikan tersebut berlanjut hingga membuat IHSG sempat menyentuh level 5.016,65 rupiah.

Menurut Direktur Bahana TCW Investment, Soni Wibowo, ekspetasi pengampunan pajak ini memicu turunnya yield obligasi ditambah dengan harga saham yang masih murah dan dibawah harga kepantasan maka banyak saham yang kembali rebound setelah UU ini diumumkan. Reksadana saham sendiri diprediski akan terus menguat sampai akhir tahun dan bahkan penguatannya diprediksi jauh diatas Reksadana obligasi. Menurut Soni penguatan tersebut bisa mencapai angka 16 persen tahun ini.

Walaupun akan menawarkan return yang lebih tinggi akan tetapi para investor tetap harus berhati-hati dengan reksadana saham karena kemungkinan terkoreksi akan sangat mudah terjadi terutama terjadi aksi ambil untung oleh para pemain saham karena nilai nya yang sudah naik tinggi hingga kekhawatiran akan tidak tercapai nya target repatriasi dana tax amnesty. Sekedar catatan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan menargetkan pemasukan sekitar 165 triliun rupiah melalu program ini.