Medium Term Note Terbitan BUMN Ditarget Investor

Penerbitan surat utang menengah atau Medium Term Note pada semeter II diprediksi akan lebih ramai daripada semester I. Pendorong dari spekulasi tersebut adalah sejumlah proyek yang tengah digarap oleh emiten yang telah mulai dikerjakan disertai dengan masuknya dana dari program tax amnesty.
Medium Term Note Terbitan BUMN Ditarget Investor
Yang terbaru adalah penerbitan MTN senilai Rp 560 miliar telah meramaikan pasar modal. Salah satunya, PT Maybank Indonesia Finance menerbitkan MTV IV dengan nilai Rp 250 miliar dengan return 8,75 persen per tahun. Surat utang ini bertenor tiga tahun atau jatuh tempo 4 Agustus 2019.

Selain PT Maybank Indonesia Finance, PT Indosurya Inti Finance dan PT Perum Perumnas juga menerbitkan MTN. PT Indosurya Inti FInance menerbitkan MTN senilai Rp 30 miliar. Surat utang tersebut bertenor 2 tahun dengan return 12,95 persen.

PT Perum Perumnas sendiri menerbitkan MTN II senilai Rp 230 miliar dengan tenor selama lima tahun atau jatuh tempo hingga 4 Agustus 2021 dengan bunga 11 persen per tahun.

Hand of Fixed Income Indomitra Securities, Maximilianus Nico Demus memperkirakan investor akan lebih melirik MTN dari Perum Perumnas dikarenakan Perum Perumnas memiliki lini bisnis yang menarik selain itu Perum Perumnas merupakan BUMN ditambah dengan nilai return yang tinggi.

Perum Perumnas merupakan perusahaan properti yang sedang mengerjakan beberapa proyek dengan target pembangungan sebesar 20 ribu hunian yang didalamnya terdapat rumah susun dan rumah tapak sehingga membutuhkan pendanaan untuk ekspansi. Kondisi berbeda justru dialami oleh BII FInance dan Indosurya Inti Finance yang bergerak di industri keuangan yang saat ini tengah diterpa lesunya permintaan kredi dan Non-Performing Loan yang tinggi.

Nico juga mengatakan bahwa keadaan tetaplah sama yaitu MTN tidaklah menjadi instrument utama karena mayortias dana yang terkumpul dari Medium Term Note ini digunakan untuk pembayaran utang yang jatuh tempo atau refinancing.