Tax Amnesty Dapat Membawa Rupiah Kebawah 10.000 per US Dollar

Rupiah diprediksi akan menguat hingga mencapai level 10 ribu per US dollar, jauh dari level saat ini sekitar 13 ribu. Prediksi tersebut dihasilkan jika program tax amnesty berhasil untuk me-repatriasi dana yang ditargetkan mencapai Rp. 1 quadrillion atau sekitar US$76.5 milliar aset miliki WNI yang berada di offshore atau wilayah dengan kemudahan pajak.
Dihari Ke-5, Uang Tebusan Pengampunan Pajak Mencapai 6 Miliar
Jika mencapai target tersebut, pemerintah akan memiliki data yang mencapai 2/3 dana cadangan yang dimiliki oleh Bank Indoneisa. Dana tersebut tentunya akan menjadi dana segar yang masuk ke Indonesia karena dana yang di repatriasi ini akan diganti dari US Dollar menjadi Rupiah.

“Jika ratusan milliar dollar ini benar-benar di repatriasi dan diganti menjadi rupiah berdasarkan pada nilai perhitungan awal, rupiah akan secara signifikan menarik rupiah ke level dibawah 10 ribu,” kata Reza Priyambada, Kepala Analysis dari NG Korindo Security.

Ekonom Mandiri Sekuritas, Leo Putera Rinaldy mengkhawatirkan bahwa kenaikan nilai rupiah yang terlalu signifikan karena masuknya dana besar akibat repatriasi aset akan merusak perekonomian nasional. “Indonesia membutuhkan nilai mata uang yang stabil. Bank Indonesia sebelumnya telah menyatakan bahwa tax amnesty akan berefek pada menguatnya rupiah akan tetapi bank sentral tentunya akan melakukan intervensi untuk mencegah pergerakan yang terlalu liar dari nilai mata uang,” kata Leo.

Baik Reza dan Leo lebih memperhatikan instrumen yang akan digunakan untuk menampung dana multi milliar dollar tersebut karena hampir dipastikan bawah dana tersebut akan membawa likuiditas yang tidak bisa diserap semua oleh pasar uang. “Pemerintah dan OJK harusharus dengan segera menyiapkan instrumen untuk menyerap aset tersebut selain itu harus memastikan dana tersebut juga bisa membanjiri sektro ril secara efektif.