Tiga Pilar Tertarik Untuk Terlibat Dalam Voucher Pangan

Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengganti kebijakan beras miskin atau raskin dengan kebijakan program voucher pangan. Kebijakan ini dianggap perlu diambil setelah melihat banyaknya kasus raskin yang salah sasaran.

Untuk membahas program ini, Kantor Staf Kepresidenan mengundang beberapa pengusaha pangan untuk membahas masalah ini. Salah satu dari pihak swasta yang diundang adalah PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk atau AISA.
Tiga Pilar Tertarik Untuk Terlibat Dalam Voucher Pangan
Sjambiri Lioe, Direktur Keuangan Tiga Pilar mengatakan bahwa Istana meminta kepada Tiga Pilar untuk datang mendiskusikan program voucher pangan ini. “Intinya kami sebagai swasta selalu siat untuk mendukung upaya pemerintah selama itu untuk kesejahteraan masyarakatnya dan tentunya tidak merugikan perusahaan,” kata Sjambiri.

Sjambiri mengatakan bahwa dengan program ini, masyarakat akan mendapatkan kemudahan untuk berbelanja selain itu pemerintah juga dapat lebih mudah melakukan pengawasan. Secara sistem, masyarakat miskin akan mendapatkan voucher belanja yang memungkinkan mereka untu bebelanja di toko yang berlaber e-voucher. Di toko tersebut masyarakat yang memegang voucher tersebut bisa memilih berbagaik pilihan sembako yang telah di label sebagai bagian dari pangan murah pemerintah. ” Untuk awalnya pemerintah berencana untuk melakukan uji coba di 44 kota dengan beras dipilih sebagai opsi awal dari uji coba ini,” lanjut Sjambiri.

Menurut Sjambiri, bahan pangan lain seperti gula, minyak dan telur juga direncanakan akan masuk kedalam program ini akan tetapi masih menjadi misteri kapan uji coba program tersebut akan dilakukan. Sjambiri juga enggan menjelaskan apa peran Tiga Pilar dalam kebijakan pemerintah ini.

Sebagai informasi, sepanjang tahun ini, Tiga Pilar menargetkan target produksi beras mencapai angka yang sama seperti tahun lalu. Perusahaan juga telah menunda ekspansi bisnis beras dikarenakan korporasi tengah fokus untuk menaikan kontribusi beras dalam kemasan atau branded pack rice.