Efek The FED, EUR Kembali Menekan USD

Keputusan dari bank sentral Amerika Serikat, The FED untuk menahan suku bunga tetap pada level 0,5 persen membawa USD dibawah tekanan terhadap beberapa mata uang termasuk salah satuny adalah Euro. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 18.18 WIB hari Kamis 22 September 2016 tercatat Euro menguat 0,38 persen terhadap USD menuju level 1,1232.

Analis dari PT Esandar Barjangka, Tonny Mariano mengatakan bahwa keputusan The Fed untuk kembali menunda kenaikan suku bunga acuan judi togel memberikan dampak terhadap tertekannya dollar AS dan menguntungkan mata uang lainnya.
Efek The FED, EUR Kembali Menekan USD
Walaupun The Fed mengatakan bahwa peluang kenaikan suku bunga di akhir tahun terbuka lebar, akan tetapi para investor menganggap ini merupakan momentum untuk melepaskan USD yang menyebabkan pada perdagangan Kamis USD mengalami penurunan secara global.

EUR dapat dikatakan memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat posisinya atas USD. Padahal dari segi fundamental Teman 4D dan ketahanan ekonomi, Negeri Paman Sam memiliki ketahanan dan fundamental yang lebih baik dari Eropa saat ini. Gubernur bank sentral Eropa atau ECb mengatakan bahwa ECB masih menyediakan peluang untuk melonggarkan kebijakan keuangan jika merujuk pada kondisi saat ini.

“Beberapa negara Eropa seperti Yunani dan Portugal masih akan mengalami krisis selain itu proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa juga belum diketahui ujungnya,” kata Tonny.

Pergerakan EUR juga masih akan menunggu pidato Draghi pada Kamis malam waktu setempat sekaligus menunggu data terbaru dari manufaktur dan jasa Eropa yang akan dirilis pada Jumat ini. USD sendiri juga dibayangi-bayangi oleh outlook ekonomi yang kurang bagus karena terdapat kabar bahwa angka pengangguran AS naik menjadi 261 ribu dari 260 ribu.