Hingga Agustus, Harga Gas Alam Naik 13%

Masalah pasokan masih terus menjadi problem utama yang menghalangi pergerakan dari harga gas alam walaupun untuk periode 8 bulan ini yang dimulai dari awal tahun 2016, gas alam menunjukan kenaikan.

Mengutip Bloomberg, harga gas alam untuk kontrak Oktober 2016 di NYMEX atau New York Mercantile Exchange tergerus 1,18 persen pada lever 2,76 dollar AS per mmbtu dibanding dengan hari sebelumnya. Pada bulan Agustus 2016, harga gas alam secara keseluruhan telah melemah 1,03 persen akan tetapi jika dalam hitungan tahun 2016 ynag masih berjalan, dimulai dari January hingga Agustus, gas alam menunjukan penguatan sebanyak 13,38 persen.
Hingga Agustus, Harga Gas Alam Naik 13%
Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka mengatakan bahwa tekanan yang dialami oleh gas alam pada bulan Agustus disebabkan oleh stok tinggi. Tercatat di NYMEX, saat pini stok gas alam AS mencapai 3,401 triliun kaki kubik per September 2016. Angka tersebut lebih tinggi 9 persen dari nilai rata-rata selama 5 tahun terakhir.

“Ini berarti kan pasar melihat cuaca panas juga gagal untuk mengangkat permintaan yang dapat menyerap stok yang ada saat ini,” jelas Ibrahim. Selain itu, faktor penguatan dollar AS akibat dari rumor kenaikan suku bunga The Fed juga membuat harga gas alam semakin tertekan.

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap gas alam masih akan terjadi terutama pada bulan Oktober 2016. “Bulan Oktober adalah periode musim gugur yang dimana sudah hampir dipastikan bahwa permintaan akan semakin menurun,” tambah Ibrahim. Bahkan Ibrahim mengindikasikan bahwa tidak tertutup kemungkinan harga akan semakin tertekan mengingat pasokan yang masih besar di pasar.

Perlemahan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga kuartal keemapt akan tetapi tidak akan membuat gas alam menyentuh angka angka. Sebagai informasi, gas alam pernah menyentuh titik terendah semenjak 2008 silam yaitu menyentuh harga 2,08 dollar AS per mmbtu.