Proyek Pembangkit Listrik Mendorong Saham ADARO Naik

PT Adaro Energy Tbk tengah gencar membidik lelang proyek pembangkit listrik. Setelah tertunda beberapa tahun, perusahaan yang tercatat dengan nama ADRO di BEI ini telah mulai mengerjakan PLTU Batang yang memiliki kapasitas 2×1.000 mw pada tahun ini. Diharapkan bisnis pembangkit listrik ini dapat memberikan kontribusi signifikan untuk pendapatan perusahaan.
Proyek Pembangkit Listrik Mendorong Saham ADARO Naik
Analis Daewoo Securities Andy Wibowo Gunawan mengatakan bawha strategi dari ADRO untuk masuk kedalam bisnis pembangkit listrik adalah langkah yang tepat. Hal ini sejalan dengan bisnis utama ADRo yang bergerak di sektro batubara. Tentunya emiten batubara tersebut akan menggunakan batubara yang mereka miliki untuk menjalankan pembangkit listrik tersebut.

Strategi bisnis ini adalah skema PTBA yang menjual batubara ke PLN yang merupakan sesama perusahaan plat merah dengan skema kontrak jangka panjang. “Dengan anak usahanya, ADRO akan membangun proyek Batang. Jika ADRO menjual batubara ke PLTU Batang maka penjualan akan lebih pasti sehingga akan baik untuk jangka panjang,” kata Andy.

Skema kontrak jangka panjang ini akan mulai berlaku untuk pembangkit lain yang sedang digarap oleh ADRO. Hasil dari bisnis pembangkit listrik ini diharapkan menjadi salah satu mesin pengerak ADRO pada jangka panjang.

Bisnis pembangkit memiliki potensi yang cukup cerah kedepannya hal ini disebabkan fokus pemerintah yang tengah mengejar target pembangunan energi listrik yang mencapai 35 ribu mw. Adaro melalui anak usahanya, PT Adaro Power juga masih memburu proyek lain seperti pembangkit listrik tenaga gas uap atau PLTGU Jawa I, PLTU Sumsel 8,9 dan 10 berikut Kalimantan III.