Harga Minyak Dunia Bergerak Panas Jelang Pertemuan Negara Non-OPEC

Harga minyak dunia cenderung bergerak naik dengan harapan negara penghasil minyak yang bertemu pekan ini akan bersepakat untuk menurunkan produksi minyak mentah untuk beberapa bulan kedepan.

Pada perdagangan Jumat (9/12), harga West Texas Intermediate atau WTI di pasar New York Mercantillism untuk kontrak pengiriman pada bukan Januari 2017 naik 1,3 persen menjadi US$ 51.50 per barel pada posisi sebelumnya yaitu US$ 50,84 per barel

Sedangkan itu untuk harga Brent naik 44 sen atau sekitar 0,82 persen menjadi US$ 54,33 per barel. Pada Sabtu ini, negara-negara eksportir Teman 4D migas Non-OPEC akan bertemu untuk membahas pergerakan harga minyak dunia saat ini. Pada pertemuan tersebut juga dihadiri oleh petinggi Organization of Petroleum Exporting Countries atau OPEC. Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan bahwa dirinya optimis pada pertemuan yang akan diselenggarakan tersebut dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi negara eksportir minyak.

Sumber OPEC menyebutkan bahwa sudah terdapat 9 negara non-OPEC yang dipastikan akan hadir pada pertemuan tersebut yaitu Azerbaijan, Kazakhstan, Rusia, Meksiko, Sudan, Bahrain, Sudan Selatan, Oman dan Malaysia.

OPEC pada pekan telah merencanakan untuk memangkas 600 ribu barel per hari dan akan ditingkatkan menjadi 1,2 juta barel per hari pada akhir semester pertama 2017. Sementara itu diluar OPEC, hanya Rusia yang telah hampir memastikan akan memangkas produksi sebesar 300 ribu barel per hari. Selain Rusia, Meksiko disebut juga membuka peluang memangkas produksi yang mereka miliki sebesar 150 ribu barel per hari.

Arab Saudi yang merupakan produsen terbesar sejauh ini telah menyatakan akan mempertahankan penjualan judi togel untuk pasar Asia akan tetapi akan memangkas pasokan ke Amerika Serikat dan Eropa setelah hubungan domestik dengan Amerika Serikat dan Eropa memburuk beberapa bulan terakhir.