UNSP Bahas Lagi Rencana Reverse Stock, Pada Febuary

JAKARTA. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) akan kembali menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait rencana penggabungan nilai nominal saham alias reverse stock. Ini merupakan rapat ketiga setelah dua rapat sebelumnya batal, lantaran tidak kuorum.

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, Jumat (3/2), rapat akan dilakukan pada 20 Februari 2017.

Sesuai dengan peraturan pasar modal, RUPSLB ketiga masih bisa dilakukan jika dua RUPSLB sebelumnya batal dilaksanakan. Syaratnya, RUPSLB ketiga bisa dilaksanakan jika dihadiri pemegang saham yang mewakili paling sedikit 19% dari seluruh saham dengan hak suara yang telah diterbitkan perseroan.

Keputusan dalam RUPSLB ketiga adalah sah jika disetujui lebih dari 1/2 bagian dari jumlah suara sah yang hadir dalam RUPSLB ketiga.

Mengingatkan saja, UNSP akan reverse stock dengan rasio 10:1. Artinya, setiap 10 saham nominal Rp 100 akan menjadi 1 saham nominal Rp 1.000. Aksi korporasi ini dilakukan sejalan dengan rencana restrukturisasi utang UNSP.

Penggabungan saham ini diharapkan dapat memperbaiki likuiditas perdagangan saham UNSP yang sejak Agustus 2013 tak beranjak dari level Rp 50 per saham. Setidaknya, posisi bid offer saham UNSP di pasar reguler juga bisa menjadi lebih sehat.

Sebagai informasi, kepemilikan saham publik di UNSP mencapai 90,26%. Sisanya dimiliki investor Haiyanto sebesar 6,61% dan Credit Suisse s/a Long Haul Holding Ltd 3,13%. Tercatat, ada sekitar 16.795 pemegang saham publik. Saham ini juga dimiliki lebih dari 120 sekuritas dan wali amanat.