BukaReksa Meluncurkan Produk Reksadana Syariah

Bukalapak dan Bareksa, bersama dengan Mandiri Manajemen InveBukaReksa, meluncurkan produk reksadana syariah bernama Reksadana Syariah Mandiri BukaReksa Pasar Uang.

Produk ini telah diluncurkan pada akhir Maret 2017 dan telah mendapatkan respon positif dari masyarakat. Hingga awal April 2017, tiap harinya BukaReksa memiliki ratusan tambahan investasi.

Pendaftaran sebagai nasabah untuk produk reksa dana syariah di fitur BukaReksa sangatlah mudah, sama seperti produk reksa dana konvensional di fitur tersebut. Syaratnya adalah harus memiliki akun Bukalapak dan memiliki saldo di BukaDompet dengan minimal 10 ribu rupiah.

Para pengguna di Bukalapak dapat mengakses fitur BukaReksa di halaman BukaDompet atau menu MyLapak. Sebelum melakukan investasi, harus melakukan pengisian formulir lalu mendapatkan notifikasi bahwa pembukaan rekening reksa dana telah disetujui.

Permintaan terhadap produk reksa dana syariah dalam fitur BukaReksa pun menjadi salah satu alasan Bukalapak menghadirkan produk tersebut. “Kemudahan berinvestasi di fitur BukaReksa dan imbal hasil yang mencapai delapan persen dalam setahun, kami berharap semua kalangan masyarakat Indonesia dapat belajar berinvestasi lewat fitur ini.

Selain itu pula, lewat fitur ini diharapkan dapat berkontribusi menaikkan jumlah nasabah reksa dana di Indonesia,” ujar Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak dalam keterangan resminya, Selasa (11/4).

Sebagai pemegang lisensi APRD (Agen Penjual Reksa Dana), Bareksa menjamin bahwa produk reksa dana syariah BukaReksa ini adalah produk investasi yang diatur dan diawasi oleh OJK.

Dengan menggandeng Mandiri Manajemen Investasi sebagai pembuat produk reksa dana Reksadana Syariah Mandiri BukaReksa Pasar Uang, para pengguna Bukalapak dapat berinvestasi di produk ini dengan minimal dana hanya 10 ribu rupiah saja.

Produk reksa dana syariah sebenarnya telah ada sejak tahun 1997, meskipun mengalami pertumbuhan, akan tetapi pangsa pasarnya kurang dari 5% dari total industri reksa dana hingga saat ini. Potensi untuk meningkatkan daya tarik pasar investasi reksa dana di Indonesia, khususnya terhadap produk syariah, masihlah terbuka luas.

“OJK selaku regulator yang berupaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, menyambut positif untuk setiap inovasi pemanfaatan teknologi untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini membantu kami dalam melaksanakan Roadmap Pasar Modal Syariah Indonesia 2015-2019 agar terwujud,” ujar Direktur Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan, Fadilah Kartikasasi.

Ady Pangerang, CEO Bareksa menjelaskan, “Animo masyarakat untuk berinvestasi pada reksa dana syariah cukup besar di platform Bareksa. Ini terlihat dari perbandingan jumlah AUM syariah terhadap total AUM yang berada di sekitar 15%. Kalau dibandingkan dengan Industri sendiri yang hanya berada di sekitar 4.5% porsi ini terlihat cukup besar. Di samping itu kami juga melihat ada sekitar 5% dari investor kami yang hanya memilih untuk berinvestasi di produk syariah. Kami berharap angka-angka ini akan meningkat pesat dengan diluncurkannya produk BukaReksa Syariah Pasar Uang.”

Tingginya harga batubara teredam isu dari Australia

Harga batubara tergelincir setelah hambatan pengiriman batubara di Australia mulai mereda. Pergerakan batubara selanjutnya masih dijaga oleh kebijakan China.

Mengutip Bloomberg, Senin (10/4) harga batubara kontrak pengiriman Mei 2017 di ICE Futures Exchange anjlok 3% ke level US$ 84,4 per metrik ton dibanding penutupan sehari sebelumnya. Dalam sepekan terakhir, batubara tergerus 4,6%.

Wahyu Tribowo Laksono, Analis PT Central Capital Futures mengatakan, Topan Debbie yang melanda Australia sempat membuat harga batubara menguat. Akibat bencana tersebut, sejumlah tambang hingga jalur pengiriman batubara Australia rusak parah.

Saat ini, Topan Debbie mulai mereda sehingga berdampak pada sbobet casino pelemahan harga batubara. “Efek Topan Debbie sepertinya lebih besar ke batubara jenis cooking coal dari Australia. Sedangkan dampaknya ke harga batubara global di kontrak ICE Futures sudah mulai reda,” ungkapnya.

Harga batubara kembali terkoreksi setelah mendekati level US$ 90 per metrik ton. Wahyu menilai isu China masih menjadi faktor utama penggerak batubara. Dengan demikian, pengaruh dari Australia hanya bersifat sementara.

Level US$ 90 per metrik ton menurut Wahyu merupakan resistance kuat untuk harga batubara. Oleh karena itu, secara teknikal harga akan Teman Judi kembali tergerus ketika mendekati level tersebut. Apalagi, secara fundamental China masih menjaga pergerakan harga batubara.

Intervensi pemerintah China terhadap industri batubara domestik terus berlangsung hingga saat ini. Ketika harga tinggi, China mengizinkan produsen untuk meningkatkan angka produksi. Sebaliknya, pemerintah meminta produsen mengurangi angka produksi jika harga semakin lemah.

Hal tersebut dilakukan untuk melindungi keberlangsungan industri batubara dalam negeri di tengah lemahnya permintaan. Tujuan lain yakni untuk mengurangi polusi udara akibat pembakaran batubara.

Wahyu memprediksi harga batubara akan bergerak dalam area konsolidasi dengan kecenderungan menguat hingga akhir semester pertama tahun ini. Dalam jangka menengah, pergerakan akun sboobet harga ada di kisaran US$ 78 – US$ 100 per metrik ton. “Resiko koreksi tetap ada, tetapi kemungkinan China akan mengatur agar harga kembali naik,” imbuhnya.

Rencana Pajak Kartu Kredit Tekan Emiten Ritel Dan Bank

Transaksi dengan kartu kredit tengah menjadi radar bagi para aparat pajak. Hal ini tentunya akan mempengaruhi prospek bisnis pada emiten di Bursa Efek Indonesia terutama mereka yang bergerak di bidang perbangkan dan ritel.

Sebelumnya pada 23 Maret lalu, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak meminta bank untuk membuka data nasabah pemilik kartu kredit baik data pokok pemegang kartu kredit dan juga data transaksi kartu kredit bermasalah.

Bahana Securities menilai bahwa pembukaan data para nasabah kartu kredit beserta transaksi kartu kredit sangat memiliki dampak terhadap kinerja emiten ritel modern terutama PT Mitra Adiperkasa Tbk. Hal disebabkan oleh perusahaan yang memiliki kode emiten MAPI tersebut menargetkan segmen pasar menengah atas. “Konsumen tentunya akan mengurangi pembelanjaan dengan kartu kredit tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan para peritel.

Bahana Securities mencatat bahwa tahun lalu, ketika Dirjen Pajak membuka wacana untuk membuka data transaksi kartu kredit berdampak pada susutnya nilai emiten ritel hingga 40 persen. Manajemen MAPI sendiri belum bersedia memberikan tanggapan mengenai rencana tersebut.
Rencana Pajak Kartu Kredit  Tekan Emiten Ritel Dan Bank
Emiten lainnya yaitu PT Matahari Putra Prima Tbk sendiri melihat bahwa rencana Dirjen Pajak tersebut akan mempengaruhi terhadap bisnis yang mereka miliki. “Kami tentunya tidak bisa membantah jika tidak terdapat pengaruh akan tetapi kami belum mengetahui berapa persen pengaruh terhadap transaksi perusahaan,” kata Fernando Repi yang merupakan Manajer Komunikasi Korporasi MMPA.

Pada pihak perbankan sendiri melihat bahwa ketentuan ini tidak akan berpengaruh banyak kepada kinerja perusahaan karena saat ini perusahaan telah mengalihkan bisnis menuju bisnis produktif seperti pembiayaan korporasi dan infrastruktur dari bisnis konsumtif seperti kartu kredit. Salah satu perbankan yang yakin bahwa keterbukaan data kartu kredit tidak akan berpengaruh terhadap kinerja adalah PT Bank Central Asia atau BCA. BCA sendiri menyebutkan bahwa mereka hanya menargetkan pertumbuhan sebesar 5 persen untuk kartu kredit pada tahun 2017.

Target tersebut lebih rendah dari realisasi tahun 2016 yang mencapai 13,7 persen. “Kami yakin bahwa ini tidak akan berpengaruh banyak selain itu kami hanya mengharapkan bahwa nasabah tidak khawatir dengan rencana ini,” kata Santoso Liem, Direktur BBCA.

Analis dari NH Korindo Securities Bima Setiaji beranggapan bahwa rencana Dirjen Pajak tersebut untuk mulai menargetkan pada transaksi kartu kredit dapat menekan pertumbuhan bisnis kartu kredit perbankan akan tetapi hanya untuk efek jangka pendek. “Dampaknya tidak terlalu lama dan besar bagi perbankan terutama perbankan yang tidak memiliki bisnis inti di bisnis kartu kredit,” kata Bima Setiaji. Dampak terbesar mungkin akan didapatkan oleh bisnis ritel dikarenakan para nasabah ada kemungkinan untuk menahan diri untuk berbelanja dengan kartu kredit.

Beberapa Anak Usaha BUMN Telah Siap Untuk Melakukan IPO

Bursa Efek Indonesia ata BEI menyampaikan bahwa terdapat sejumlah anak perusahaan BUMN bandar poker yang tengah melakukan proses penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2017 ini.

Dirut BEI Tito Sulistio menjelaskan saat ini para anak usaha BUMN tersebut telah melakukan proses bersama OJK. Diharapakn proses ini akan segera selesai dan saham anak usaha BUMN tersebut dapat segera dicatatkan dan diperdagangkan di lantai perdangan BEI.

Tito Sulistio menilai bahwa proses IPO anak usaha BUMN ini relatif lebih mudah dibandingkan dengan induknya. Hal ini dikarenakan BUMN harus melalui 25 tahap dalam proses IPO, berbeda dengna anak usaha yang dapat lebih cepat dan tidak harus melewati 25 tahap seperti pada induk BUMN. “BUMN biasanya membutuhkan 25 tahap dalam proses IPO nya. Untuk anak usahnay lebih singkat karena tahap yang dibutuhkan lebih sedikit,” kata Tito.

Tito Sulistio mengatakan bahwa selain anak usaha BUMN, sejumlah perusahaan swasta juga telah menyatakan situs poker ketertarikan untuk melakukan IPO yang dimana salah satunya adalah PT Alfa Energi Investama.

Dirut Alfa Energi Investama, Aris Munandar menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan untuk melepas sekitar 23 persen sama perusahaannya ke publik melalui IPO dengan target dana yang diperoleh sekitar 125 miliar hingga 160 miliar. Dana IPO itu sendiri akan digunakan sebagai modal kerja, aksi korporasi seperti penambahan kapasitas pelabuhan dan pelunasan hutang,

“Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk untuk modal kerja, pelunasan hutang dan tentunya aksi korporasi lainnya yaitu menambah kapasitas pelabuhan,” kata Aris.

Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan persyaratan untuk pengajuan IPO seperti laporan kinerja tahun buku Desember 2016. Untuk pelaksana IPO ini, Alfa Energi Investama telah menunjuk PT Lautandhana. Alfa Energi sendiri daftar poker adalah perusahaan yang bergerak di bidang batubara yang beroperasi di Kalimantan Timur dengan total aset mencapai Rp 400 miliar.

kenaikan harga CPO akan berlanjut

Prospek tren naiknya harga crude palm oil (CPO) sepertinya masih akan berlangsung lama. Malaysia yang merupakan salah satu negara eksportir CPO terbesar mencatat penurunan persediaan CPO. Suplai yang terbatas membuat potensi kenaikan harga kian besar.

Persediaan pada Januari tercatat 1,54 juta ton. Secara year on year (yoy), persediaan tersebut turun lebih dari 30%. Jika dibandingkan dengan bulan Desember 2016, maka persediaannya juga susut 7,5%.

“Ini merupakan persedian terendah dalam lima bulan terakhir,” kata analis Mandiri Sekuritas Yudha Gautama.

Ia memprediksi, rendahnya persediaan CPO Malaysia masih akan terjadi untuk beberapa bulan ke depan. Pasalnya, tren musim panen yang rendah masih akan berlanjut. Tren kenaikan kian kuat karena permintaan CPO untuk keperluan restocking biodiesel juga terjadi.

Kondisi ini setidaknya akan terjadi hingga Maret 2017. “Sehingga, ini memberikan kesempatan investor untuk membeli saham sektor CPO,” imbuh Yudha.

Ia menjagokan saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) jika mengacu pada sentimen ini. Saham LSIP direkomendasikan buy dengan target harga Rp 1.950 per saham.

Ini Rekomendasi Analis dan Bagaimana Nasib BUMI?

Saham PT Bumi Resource Tbk (BUMI) memang sedang ramai dibeli investor. Tercatat saham BUMI dari 13 Juli 2016 bertengger di harga Rp 82 per saham dan naik 407% menjadi Rp 414 per saham pada perdagangan, Senin (13/2).

Perusahaan pertambangan batubara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) milik grup Bakrie.

 

Foto: Dok BUMI (dari Annual Report)

Menurut beberapa analis, meningkatnya harga saham secara drastis ini disebabkan naiknya harga batubara global yang cukup signifikan. Serta proses restrukturisasi utang yang akan dilakukan. Lantas secara fundamental apakah outlook BUMI sudah kembali kuat.

Analis Samuel Sekuritas Sharlita Malik mengatakan setelah adanya pencapaian kesepakatan utang bumi melalui PKPU yang disetujui kreditur, utang BUMI telah berkurang menjadi US$ 1,6 miliar dari total utang sebesar US$ 4,2 juta. “Kami melihat ini dapat menjadi kunci utama kinerja BUMI ke depannya,” katanya dalam riset, Rabu (8/2).

Pengurangan utang BUMI akan melalui konversi saham dengan jalan right issue sebesar US$ 2 miliar dan obligasi wajib konversi senilai US$ 639 juta. BUMI juga sudah mendapatkan persetujuan untuk melakukan right issue V sebesar 37,8 miliar lembar saham dengan pelaksanaan di harga Rp 926,16 per lembar. Paling lambat aksi ini dilakukan pada 30 Juli mendatang.

Sehingga setelah proses debt to equity swap ini, akan terjadi judi togel dilusi signifikan sebesar 44% bersama dengan efek dilusi dari Mandatory Convertible Bond. Sebagai informasi kepemilikan saham BUMI setelah right issue menjadi 22,6% CIC, 26,1% public, 4,6 senior notes 2016, 10,6% Senior Notes 2017, 2,8% Convertible Bonds, 16,8% Long Haul Holdings, 3,5% PT Damar Reka Energi,13,1% Other Secure and Unsecure. Dari sebelum right issue 63,6% public, 30,1 Long Haul Holdings, 6,3% PT Damar Reka Energi.

Selain itu, Sharlita melihat sejalan dengan asumsi harga batubara global dikisaran US$ 70 per metric ton, rata-rata harga jual (ASP) batubara yang jauh lebih tinggi 40% mencapai US$ 59,7 per ton dibanding tahun lalu. Hal ini juga Akan menghasilkan arus kas yang kuat dan kemampuan untuk membayar utang tranche yang dimulai pada semester kedua tahun ini.

Prediksi Sharlita, tahun ini BUMI akan menorehkan pendapatan mencapai US$ 2,93 miliar, naik 44% dari estimasi tahun 2016 sebesar Rp 2,03 miliar. Sementara laba bersih perusahaan akan tumbuh menjadi US$ 275 juta dari tahun 2016 sebesar US$ 77 juta.

peningkatan tata kelola diharapkan sesuai dengan ekspektasi pasar. Karena dengan Teman 4D kreditur terbesar diberi hak untuk memilih salah satu Direktur atau Komisaris. Dia melihat China Investment Corporation dan China Development Bank dan berbagai kreditur lainnya memiliki kendali yang signfikan untuk restrukturisasi BUMI.

Poundsterling Tampak Kokoh Walau Minim Sentimen

Poundsterling yang minim dukungan fundamental berhasil mencuri kesempatan untuk mengungguli the greenback yang tengah bersiap menanti rilis pertemuan FOMC. Faisyal, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures menilai, penguatan GBP/USD terjadi setelah koreksi yang cukup panjang beberapa waktu terakhir. Karena sebenarnya poundsterling minim dukungan data ekonomi setelah data manufaktur PMI Inggris Januari 2017 merosot dari 56,1 menjadi 55,9 dan melanjutkan performa ekonomi Inggris yang buruk.

Hal ini yang nantinya akan turut membedakan pergerakan GBP/USD di perdagangan Kamis (2/2). Proyeksinya BoE masih akan mempertahankan suku bunga di atas 0,25% dan belum akan ada perubahan kebijakan moneter maka GBP bisa jaga keunggulan.

Namun jika ternyata suku bunga dipangkas atau terselip pernyataan dovish, maka poundsterling akan melemah kembali.

Hanya saja pasar juga akan mempertimbangkan katalis dari FOMC AS. “Tarik menarik sentimen, namun dominasi katalis dari AS akan lebih besar sehingga kita lihat hasil FOMC,” jabar Faisyal. Sehingga kans GBP/USD melemah lagi masih bisa terjadi.

Keadaan yang baru akan berubah jika FOMC ternyata negatif atau BoE melayangkan pernyataan positif mengenai prospek ekonominya ke depan. “Ditambah lagi kan hasil konsolidasi parlemen dan Perdana Menteri Theresa May perkara Brexit berujung positif, sehingga ini cukup menjadi alasan GBP pertahankan rebound sementaranya,” ujar Faisyal.

Telah Gabungkan Anak Usaha Oleh Toba Sejahtera

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan akhir pekan ini menyampaikan TKS merupakan perusahaan yang dimiliki 99% sahamnya oleh TPS. Hal ini dilakukan supaya manajemen perusahaan lebih efektif dan efisien. Rencananya tangal efektif penggabungan pada 1 Maret 2017. Anak usaha PT Toba Sejahtera PT Toba Pengembang Sejahtera (TPS) berencana melakukan penggabungan usaha dengan PT Toba Karya Sejatera (TKS), dimana TKS akan menjadi pihak yang telah menggabungkan diri.

“Penggabungan usaha ini dalam acara rangka meningkatkan kinerja Toba Pengembang Sejahtera (TPS). Kemudian untuk efisiensi dan efektif manajemen perusahaan,” tulis manajemen TPS dalam prospektus.Selain itu, yang menjadi latar belakang merger ini adalah karena TPS dan TKS merupakan perusahaan yang sama-sama bergerak di bidang pembangunan properti. Dan saat ini antara TPS dam TKS sedang menggarap proyek sama adalah proyek properti Sopodel.

Dalam penggabungan ini akan memperkuat posisi TPS sebagai perusahaan hasil penggabungan dalam bisnis properti terutama dalam mencapai visi dan misi perusahaan mereka. Kemudian meningkatkan daya saing perusahaan hasil penggabungan dalam bisnis properti tersebut.

Pelaksanaan penggabungan ini akan dilaksanakan dengan meningkatkan modal disetor ditempatkan perusahaan hasil penggabungan tersebut. Peningkatkan modal disetor dan ditempatkan dilakukan sebagai akibat dari konversi saham-saham milik pemegang saham perusahaan hasil penggabungan ini.

Sesuai dengan rencana penggabungan ini seluruh pemegang saham TKS akan memperoleh 9.208 lembar saham baru di TPS. Rasio konversi tersebut sebesar 0,92 saham TPS untuk setiap saham TKS. Dimana konversi tersebut sudah mencerminkan nilai pasar wajar dari kedua perusahaan.

Dalam 2 Pekan Emas Meraih Level Terendah

Emas sempat menyentuh posisi terendah dalam dua pekan terakhir akibat penguatan dollar AS. dan Harga emas ditransaksikan melemah pada akhir pekan ini

Data yang dihimpun CNBC menunjukkan, pada pukul 14.25 waktu Singapura, harga emas di pasar spot akun sboobet ditransaksikan turun 0,5% menjadi US$ 1.182,87 per troy ounce. Nyaris mendekati level terendah dua pekan terakhir yang tercipta pada 11 Januari lalu di level US$ 1.182,45 per troy ounce. Sedangkan harga kontrak emas mencatatkan penurunan 0,6% menjadi US$ 1.183 per troy ounce.

Kombinasi dari sejumlah faktor, termasuk penguatan dollar serta rendahnya volume transaksi menjelang Tahun Baru China ( imlek ), Teman Judi menekan pasar emas, jelas Ronald Leung, chief delaer Lee Cheong Gold Dealers di Hong Kong.

mayoritas market di Asia tak beroperasi, yang berarti hal ini saat yang baik untuk melepas emas. dan anda bisa melihat tingkat permintaan sangat rendah, yang menunjukkan tingkat permintaan emas saat ini.

harga emas spot diprediksi akan menembus support US$ 1.182 per troy ounce dan akan turun lagi ke support selanjutnya di level US$ 1.171 per troy ounce. itu menurut analis teknikal reuters Wang Tao. dan di sisi lain, dollar bergerak naik pada hari ini dengan rebound dari posisi terendahnya dalam tujuh pekan terakhir.

Dan ini sekadar informasi, indeks dollar hari ini naik 0,1% menjadi 100,500. Pada sesi sebelumnya, sbobet casino indeks dollar sempat tertekan hingga ke level 99,793 yang merupakan level terendah dalam tujuh pekan terakhir.

Penawaran Lelang Sukuk Mencapai Rp 24 Triliun

Lelang sukuk negara berhasil membukukan penawaran hingga mencapai Rp 24 triliun. Penawaran yang masuk hampir mencapai 4 kali lipat dari target yang ditetapkan awal oleh pemerintah yaitu Rp 6 triliun.

Dari total penawaran yang masuk, jumlah yang diserap sebesar Rp 6,57 triliun. Analis dari Indonesia Bond Pricing Agency atau IBPA, Nicodimus Anggi Kristiantoro menilai bahwa penawaran yang mencapai 4 kali lipat dari target tergolong sangat besar untuk lelang sukuk. Dirinya memperkirakan bahwa meningkatnya nilai lelang ini disebabkan oleh tingginya ekspektasi dari para investor terhadap keadaan ekonomi nasional seperti data domestik yang baik.

Belakangan ini beberapa data perekonomian nasional memberikan gambaran yang menggembirakan. Salah satu data yang menggembirakan adalah seperti cadangan devisa per Desember 2016 naik ke level US$ 116,4 miliar setelah pada per November 2016 berada pada posisi US$ 111,5 miliar.
Penawaran Lelang Sukuk Mencapai Rp 24 Triliun
“Cadangan devisa yang naik ditambah dengan tren naiknya rupiah sejak awal perdagangan tahun 2017 dan masuknya dana asing pasar SBN meningkatkan persepsi positif para investor,” kata Nicodimus.

Pada lelang hari ini, Nicodimus beranggapan bahwa yield yang ditawarkan kepada investor tergolong cukup rendah sehingga pemerintah dapat menyerap dana melebihi dari target yang telah ditetapkan. Hal ini terbukti dari 5 seri yang ditawarkan, empat seri dengan yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan lebih rendah daripada yield wajar yang ditetapkan IBPA. Keempat seri tersebut adalah SPBS110720017, PBS013, PBS014 dan PBS012 dengan yield rata-rat tertimbang berkisar dari 5% hingga 8%.

Sementara itu, seri terakhir yaitu PBS011 mencatatkn yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan pada nilai 7,97 persen. Sebelum dilelang, IBPA telah menetapkan yield acuan lelang yaitu 6,19 persen untuk SPNS1107220017, 7,36 untuk PBS013, 7,664 persen untuk PBS014, 7,94 persen untuk PBS001 dan 8,25 persen untuk seri PBS012.

Penawaran yield rendah ini, menurut Nicodimus telah sejalan dengna tren penurunan yield di pasar obligasi domestik pada awal tahun sehingga pemerintah kesulitan untuk memenangkan penawaran dengan yield yang lebih tinggi dari investor.

Pada lelang kali ini, seri yang paling diminati adalah SPNS110720017 karena memiliki yield paling rendah sekaligus memiliki tenor yang enam bulan. Tenor ini mencatatkan penawaran hingga mencapai Rp 17,89 triliun. Penawaran yang dimenangkan oleh seri ini mencapai Rp 2 triliun.