Medco Energi Menerbitkan Obligasi 1,25 triliun Rupiah

PT Medco Energi Internasional berencana untuk menerbitkan surat utang atau obligasi senilai 1,25 triliun rupiah. Obligasi ini merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan atau PUB II tahap I.
Medco Energi Menerbitkan Obligasi 1,25 triliun Rupiah
Dalam prospektus resmi yang dirilis Jumat 15 Juli, obligasi atau surat utang ini terbagi menjadi 2 seri berbeda. Seri pertama atau Seri A akan bernilai 327 miliar rupiah sedangkan seri kedua atau Seri B bernilai 923 miliar rupiah.

Serie A ini akan memiliki tenor selama 3 tahun dengan tingkat bunga berada di level 10.8 persen sedangkan Serie B memiliki tenor 5 tahun bunga 11,3 persen. Dalam melaksanankan aksi korporasi ini, Medco akan menggandeng 6 pelaksana emis efek dan penjamin emisi efek yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT BNI Securities, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas dan PT DBS Vickers Securities.

Untuk obligasi ini, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo memberikan peringkat idA+ atau single A plus untuk obligasi MEDC. Obligasi ini direncanakan juga akan dicatatkan kedalam PT Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI.

Sebelumnya, Direktur Utama MEDC Hilmi Panigoro mengatakan bahwa target dana dari hasil penawaran umum berkelanjutan ini dipatok berada pada angka 5 triliun rupiah. Hilmi Panigoro juga mengatakan bahwa hasil 70 persen dari hasil dana obligasi tersebut akan digunakan untuk melakukan refinancing atau membiayai ulang utang perusahaan. Sisa 30 persen akan digunakan untuk membiayai belanja modal dan sejumlah rencana akuisisi yang akan dilakukan Medco termasuk yang terbaru yaitu mengakuisisi Newmont dari Amman Mineral dengan bekerjasama dengan AP Investment.

Untuk Rencana akuisisi Newmont, Medco sudah mendapatkan komitment pembiayaan dari Bank Mandiri, BRI dan BNI yang bersedia mengucurkan total pinjaman mencapai 750 juta dollar AS.

Sebelum rencana obligasi dan akuisisi yang akan dilakukan oleh perusahaan yang juga dimiliki oleh Arifin Panigoro ini, per Desember 2015, Medco telah mencatatkan utang sebesar 2,2 miliar dollar AS dengan total 1.6 miliar dollar AS merupakan pinjaman jangka panjang.

TINS Optimis Harga Mumbul Di Bulan Juni

Sempat diliputi kecemasan karena capaian kinerja kuarta I 2016 yang tidak sesuai dengan harapan, PT Timah Tbk atau TINS kembali optimis untuk menapaki langkah bisnis semester II 2016 ini.

Hal yang memicu optimisme ini adalah berdasarkan catatan internal TINS, harga timah mulai menunjukkan prospek pada Juni 2016 lalu. PT Timah menghitung, dampak kenaikan harga timah tercermin pada kuartal III 2016. “Di kuartal III bila harga seperti ini dan mengarah ke arah kenaikan tentunya akan berdampak pada pendapatan perusahaan,” kata Sekretaris Perusahaan PT Timah Tbk, Agung Nugroho.
TINS Optimis Harga Mumbul Di Bulan Juni
Untuk kinerja Kuartal II 2016, PT Timah memprediksi akan mencetak laba atau revenue yang kurang lebih sama dengan kuartal II tahun lalu. Pada triwulan kedua tahun lalu, PT Timah mencetak pendapatan 1,92 triliun rupiah sedangkan pada kuartal pertama tahun ini revenue PT Timah mengalami penurunan sebesar 5,11 persen dibandingkan kuartal I 2015 dengan pendapatan hanya mencapai 1,3 triliun rupiah.

Selain penurunan pendapatan, kerugian berjalan yang dicatat pada kuartal I 2015 yang sebesar 6,42 miliar membengkak pada kuartal I 2016 menjadi 138,84 miliar disebabkan oleh pendapatan pada triwulan pertama yang jauh dibawah ekspetasi. “Penurunan ini diakibatkan oleh harga jual yang berada dibawah rata-rata 15,4 per metrik ton pada kuartal pertama sedangkan kuartal pertama tahun 2015 nilai per metrik ton mencapai 18,9 dollar.

Hingga akhir tahun ini, penjualan timah akan tetap menjadi sektor utama PT Timah. Upaya untuk mendiversifikasi bisnis TINS ke sektor lain seperti listrik sudah berada dalam proses persiapan untuk pematangan. Sebagai informasi, PT Timah saat ini tengah mengodok rencana untuk membangun PLTU dengan kapasitas 2×150 megawatt. Nilai investasi yang diprediksi akan di gelontorkan oleh TINS berkisar 1 triliun rupiah. Rencana ekspansi tersebut disebutkan oleh Agung belum akan terealisasi dalam waktu dekat ini.

Hal yang menghambat rencana tersebut adalah belum adanya izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM. Terkait masalah izin ini, PT Timah tidak bisa membeberkan target atau jadwal proyek ini akan dijalankan karena mereka masih harus memastikan pasokan bahan baku untuk menghidupkan PLTU tersebut yaitu batu bara bisa tersedia.

Agung Podomoro Land Segera Jual Tower Keempat Podomoro Park View

Salah satu pengembang nasional, PT Agung Podomoro Land Tbk atau APLN akan segera membuka penjualan untuk tower apartemen ke-4 di proyek superblok Podomoro Park View Cimanggis pada akhir tahun ini.
Agung Podomoro Land Segera Jual Tower Keempat Podomoro Park View
Proyek yang telah memakan investasi sebesar 300 miliar tersebut telah memiliki 3 tower yang sedang dibangun dan telah terjual habis. Untuk tower ke-4 ini, APLN akan merilis 1500 unit apartemen yang dijual dengan harga yang lebih tinggi dari 3 tower pertama. “Tower ke-4 agak berbeda dengan tower sebelumnya. Terdapat beberapa perubahan dalam unit apartemen mulai dari interior hingga eksterior sehingga range harga juga berubah. Akan tetapi kemungkinan naik berapa itu masih dikaji oleh pimpinan perusahaan,” kata Indra Wijaya, Wakil Direktur Utama APLN.

Menurut Indra, tower keempat ini kemungkinan akan mulai dijual pada September atau Oktober 2016 akan tetapi jika terjadi keterlambatan kemungkinan akan dijual pada bulan November. Proyek ini diharapkan oleh Indra sebagai salah satu proyek yang menopang target marketing sales perusahaan tahun ini sebesar 3 triliun hinggan 3.5 triliun rupiah.

Pada aawl Juni lalu, Podomoro Land telah melakukan groundbreaking untuk tiga tower pertama. Ketiga tower yang memiliki jumlah unit sebanyak 3500 unit apartemen tersebut menelan investasi sebesar 1 triliun rupiah yang dimana sudah termasuk pengembangan infrastruktur, fasilitas dan ruko sebanyak 192 unit yang mana telah terjual sebanyak 100 unit hingga saat ini.

Proyek Podomoro Park View ini terletak di exit tol Cimanggis, Bogor dan menyasar pasar dengan segmen menengah kebawah. Untuk Harga sendiri, Podomoro Park View dibanderol dengan harga 9,4 juta per meter persegi. Unit yang tersedia adalah unit yang berukuran Studio dengan harga 198 juta, tipe 2 kamar tidur seharga 330 juta dan 3 kamar seharga 430 juta.