Untuk Kuartal III, Produksi INCO Stagnan

Produksi INCO atau PT Vale Indonesia TBK untuk kuartal III ini tergolong stagnan jika dibandingkan dengan perode yang sama tahun lalu. Perusahaan yang bergerak di bidang tambang nikel ini mencatatkan produksi mencapai 58 ribu metric ton dalam matte dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 58,8 ribu ton metric ton dalam matte.

Presiden Direktur INCO Nico Kanter mengatakan bahwa volume produksi INCO untuk kuartal III telah mencapai 21.744 metric ton yaitu naik 12 persen dari kuartal II yang hanya mencapai 19.362 metric ton.
Untuk Kuartal III, Produksi INCO Stagnan
“Jika dibandingkan yoy, produksi kuartal III lebih rendah 2 persen untuk periode yang sama tahun lalu yang mencapai 22.147 metric ton,” kata Nico Kanter. Untuk karena itu, Nico mengatakan bahwa dirinya optimis dapat mengejar target produksi tahun ini yang mencapai 80 ribu metric ton hingga akhir tahun ini.

Senior Manager PT Vale Indonesia Bayu Aji mengatakan bawha perusahaannya masih belum mempertimbangkan untuk meningkatkan produksi untuk sisa tahun ini. Hal ini dikarenakan perencanaan produksi yang sudah ditentukan pada awal tahun masih sesuai dengan rencana perusahaan. “Vale tidak akan meningkatkan produksi karena secara progres perusahaan masih sesuai dengan rencana awal yang sudah ditetapkan pada awal tahun,” kata Bayu.

Walaupun peningkatan harga nikel akan mendorong kinerja keuangan perusahaan hingga akhir tahun. Tapi Bayu masih belum ingin membeberkan dampak dari stagnan-nya produksi Vale Indonesia pada kuartal ketiga.

“Ini juga merupakan terdampak dari kebijakan pemerintah yang konsistensi dan kami mengharapkan bahwa konsistensi ini tetap berlanjut,” kata Bayu.

Sebelumnya pemerintah membatalkan rencana untuk melonggarkan ekspor nikel mentah, padahal beberapa komoditas mineral tidak lolos dan diizinkan ekspor mentah pada awal tahun 2017 yang akan datang. Selain itu, untuk menjaga kinerja keuangannya hingga akhir tahun, INCO tetap akan menjalankan program efisiensi yang telah dilakukan hingga akhir tahun. Beberapa efisiensi yang akan dilakukan adalah penurunan biaya pembantu produksi dan karyawan diharapakan akan mencapai 15 dan 17 persen.

Right Issue GREN Akan Naik Jadi 40 Triliun

PT Evergreen Invesco Tbk atau GREN berniat menambah nilai penambahan modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD. Perusahaan tersebut akan menerbitkan maksimal 200 miliar saham baru dalam right issue ini.

Dengan penerbitan 200 miliar saham baru ini, Direktur Utama GREN Handy Suryanto mengatakan bahwa GREN akan memperoleh dana segar sbobet casino hingga Rp 40 triliun. Pernyataan tersebut dinyatakan oleh Handy ketika diinterview oleh Bursa Efek Indonesia dalam interview keterbukaan informasi.
Right Issue GREN Akan Naik Jadi 40 Triliun
Sebelumnya, GREN hanya berniat untuk menerbitkan 150 miliar saham baru yang ditargetkan untuk memperoleh dana segar mencapai Rp 30 triliun. Hal ini juga terkonfirmasi oleh Sekretaris Perusahaan GREN Wiwi Novianti.

“Benar, sekitar mencapai 40 triliun,” kata Wiwi.

Dari dana right issue ini, GREN berencana untuk melakukan pelunasan hutang dan pengembangan kegiatan operasional yang tengah berjalan. Untuk menggelar right issue, GREN telah mengantongi persetujuan dari para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 17 Oktober 2016.

Bila para pemegang saham publik tidak mengeksekusi right issue ini makan bagian dari para pemegang saham akun sboobet ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi 97,53 persen dari 40,53 persen menjadi 1 persen.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi mengetai aksi korporasi ini. “Saya belum dapat info apapun. Saya minta waktu untuk update dari tim dulu,” kata Samsul.

Pada Juni 2016, GREN memiliki hutang mencapai Rp 20 miliar dengan total aset mencapai Rp 486,65 miliar. Modal disetor dan ditempatkan oleh GREN mencapai Rp 469,41 miliar. Saat ini pemegang saham GREN terdirid ari Natural Crystal Holding Inc dengan kepemilikan mayoritas mencapari 53,26 persen, First Venture Limited dengan porsi 6,22 persen sedangkan sisanya sebesar 40,52 persen dimiliki oleh publik.

Sebelumnya, GREN disebut akan mengganti bisnis utama mereka dari bisnis distribusi benang sintetsi menjadi bisnis pergudangan. Sekretaris GREN mengatakan bahwa pergantian bisnis Teman Judi ini diambil karena manajemen melihat prospek bisnis pergudangan yang lebih baik dari pada bisnis utama GREN saat ini.

Untuk menjalankan bisnis baru ini, GREN telah menunjuk PT Tristate Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari GREN untuk mengelola bisnis gudang ini.

ELSA Dapat Klien Untuk Jasa Kapal Seismik

PT Elnusa Tbk telah membeli 1 kapal seismik yang berukuran jumbo. Saat ini perusahaan tersebut mengkalim telah mendapatkan klien potensial yang akan memakai kapal tersebut untuk pencarian minyak dan gas di lepas pantai.

Sebagai catatan, ELSA sebelumnya telah pernah melakukan joint venture atau perusahaan patungan yang bernama PT Elnusa CGGVeritas Seismic untuk berbisnis kapal seimik akan tetapi pada tahun 2013, Elsa menjual 51 persen saham yang dimilikinya diperusahaan tersebut.
ELSA Dapat Klien Untuk Jasa Kapal Seismik
Fajriyah Ysman, Sektretaris Perusahaan ELSA mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan pengoperasian kapal seismik yang juga dilengkapi kemampuan untuk melakukan survei geofisika dan geologi, survei lingkungan perikanan.

Pengoperasian kapal tersebut akan menggunakan 10 streamer yang ditarik pada buritan kapal seismik. Kapal ini diharapkan dapat beroperasi pada akhir kuartal IV tahun ini. Dengan beroperasinya kapal ini diharapkan pendapatan Elnusa dapat meningkat sekitar 40 persen.

“Kapal seismik sedang berada di Batam untuk dipersiapkan sebelum dioperasikan secara penuh. Hal ini juga sekaligus sedang menunggu kontrak yang tengah dilakukan negosiasi. Berhubung juga kapal ini dari luar negeri, kami sedang dalam proses mengubah bendera menjadi Indonesia dan kami targetkan akan sea trial pada minggu depan,” lanjut Fajriyah.

Dengan kondisi yang masih dalam persiapan sekaligus menunggu kontrak yang sedang dilakukan negosiasi, Fahjriyah mengatakan bahwa kondisi kapal harus prima sebelum melakukan pekerjaan yang diharapkan akan diperoleh paling lambat akhir tahun ini.

Kapal seismic tersebut diklaim dapat melihat kedalaman hingga 10 km dan merupakan kapal terbesar dan termodern yang beroperasi di Indonesia. Selain itu, ELSA masih melayani bisnis perawatan operasional yang dimana melayani tender-tender besar.

Sri Purwanto yamg merupakan Head of Corporate Communications Elnusa menambahkan bawah penambahan kapal seismik akan masuk kedalam sektor jasa migas semakin lengkap karena sebelumnya perusahaan tersebut telah memiliki delapan kapal jenis barge dengan berbagai tipe.

Sri sendiri optimis dengan potensi dari segmen yang tengah digarap oleh Elnusa ini. Akan tetapi dirinya tidak memberitahu informasi mengenai klien yang akan menggunakan kapal seismik ini dan investasi yang dibutuhkan untuk membeli kapal ini.

Korporasi Akan Segera Lepas Obligasi Sebesar Rp 2,90 T Ke Pasar

Obligaisi korporasi senilai Rp 2,90 T akan masuk kedalam pasar modal pada awal bulan Oktober ini. Obligasi sebesar itu disebut akan berasal dari 3 emiten di Bursa Efek Indonesia yang dimana salah satunya adalah situs poker obligasi kelanjutan III Mandiri Tunas Finance tahap I yang memiliki nilai Rp 500 miliar.

Surat utang tersebut diterbitkan dalam 2 seri yaitu Seri A senilai Rp 400 miliar yang memberikan kupon sebesar 8,2 persen per tahun dengan tenor tiga tahun. Seri kedua adalah seri B yang memiliki niali Rp 100 miliar dengan mematok kupon lebih tinggi yaitu 8,55 persen per tahun dengan tenor selama 5 tahun. Surat utang dari Mandiri Tunas Finance tersebut telah mendapatkan pernyataan efektif dari OJK pada 29 September 2016 lalu dan disetujui untuk dapat ditawarkan pada tanggal 3 hingga 4 Oktober 2016.
Korporasi Akan Segera Lepas Obligasi Sebesar Rp 2,90 T Ke Pasar
PT Astra Sedaya Finance juga telah menerbitkan obligasi kelanjutan III yang merupakan bagian dari tahap II senilai Rp 1,7 triliun. Penerbitan obligasi bandar poker tersebut juga sama yaitu terbagi dalam 2 seri dengan seri A memiliki nilai sebesar Rp 850 miliar dengan kupon 7,25 persen per tahun dan tenor 1 tahun sedangkan seri kedua yaitu seri B memiliki nilai yang sama yaitu Rp 850 miliar dengan kupon 7,95 persen dan tenor hingga mencapai 3 tahun. Obligasi ini akan ditawarkan pada 12 hingga 13 oktober.

PT Tiphone Mobile Indonesia menjadi korporasi ketiga yang mencari suntikan modal melalui obligasi. PT Tiphone Mobile akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap II dengan nilai Rp 700 miliar. Terdapat 3 seri obligasi yaitu seri A yang diterbitkan senilai Rp 205 miliar dengan kupon 9,25 persen per tahun dan jangka waktu 1 tahun. Seri B yang merupakan seri kedua memiliki nilai Rp 256 miliar dengan kupon 9,5 persen per tahun dan memiliki tenor hingga 3 tahun.

Seri terakhir adalah seri C dengan niali lebih kecil yaitu Rp 110 miliar yang memiliki kupon 10,65 persen per tahun dengan jangka waktu hingga 5 tahun. Sisa jumlah pokok daftar poker yang ditawarkan yang memiliki nilai Rp 129 miliar akan dimasukan kedalam jaminan kesanggupan terbaik atau best effort dengan penawaran akan dimulai pada 11 Oktober.

BNBR Kembali Lakukan Restrukturisasi Utang Hingga Rp 5 Triliun

PT Bakrie & Brothers Tbk atau BNBR akan kembali merestrukturisasi utang yang mereka miliki. BNBR berharap dengan aksi koperasi ini dapat memangkas beban utang yang dimiliki sekitar 4 triliun hingga 5 triliun.

Dirut BNBR Bobby Gafur Umar mengatakan bahwa proses ini ditargetkan akan selesai dalam waktu kurang lebih satu hingga dua tahun ke depan. Restrukturisasi ini diklaim oleh Bobby akan membuat modal BNBR kembali kearah positif.

Dirinya menjelaskan, BNBR membutuhkan ruang yang lebih besar untuk dapat melakukan ekspansi bisnis terutama di bidang infrastruktur. “Kami sedang melakukan negosiasi dengan kreditur. Target restrukturisasi harus selesai pada tahun depan untuk hasil maksimal,” kata Bobby.
BNBR Kembali Lakukan Restrukturisasi Utang Hingga Rp 5 Triliun
Restrukturisasi akan dilakukan dalam beberapa opsi. Sebagai contohnya, menukar utang dengan saham atau memperpanjang termin utang yang akan jatuh tempo. “Beban utang saat ini dikategorikan cukup besar dan restrukrisasi ini dilakukan dengan kesepakatan dengan masing-masing kredikur dari BNBR yang akan jatuh tempo,” lanjut Bobby.

Saat ini BNBR tengah melakukan restrukturisasi yang menggunakan cara dengan menerbitkan Obligasi Wajib Konversi atau OWK. Nilai OWK yang diterbitkan oleh BNBR memiliki nilai RP 990,6 miliar. OWK ini akan dikonversi dengan mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau non-HMETD senilai Rp 19,8 miliar saham biasa seri D. Jumlah dari OWK tersebut setara dengan 17,45 persen saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

BNBR mematok harga pelaksanaan OWK adalah Rp 50 per saham dengan jangka waktu selama 5 tahun. Dengan OWK ini, BNBR menargetkan dapat membayar utang kepada lima kreditur yaitu, Daley Capital Limited, Inventures Capital Pte Ltd, Maybank Kim Eng Securities. Harus Capital Limited dan Smart Treasure Limited.

Nilai utang terbesar berasal dari Daley Capital dan Interventures Capital yang mencapai Rp 430,3 miliar dan Rp 373,7 miliar. Restrukturisasi akan terus dilakukan oleh BNBR hingga rasio utang mencapai level yang lebih aman.

“Saat ini utang BNBR telah mencapai Rp 12 triliun. Tahun depan managemen menargetkan utang tersebut berada di level aman sekitar Rp 7 triliun,” kata Dody Taufiq Wijaya, Direktur Independen BNBR.

Dirinya mengatakan bahwa beberapa utang yang diharapkan dapat direstrukturisasi adalah utang yang dimiliki oleh Mitsubishi Corporation sebagai salah satu kreditur terbesar yang mencapai Rp 2 triliun dan Glencore International AG yang mencapai Rp 4,2 triliun.

Hingga Juni 2016, total beban BNBR telah mencapai Rp 12,3 triliun. Sementara itu modal masih tercata dalam posisi negatif yaitu sebesar Rp 2,9 triliun. Dody yakin dengan restrukturisasi utang ini dapat membuat modal BNBR kembali positif.

Efek The FED, EUR Kembali Menekan USD

Keputusan dari bank sentral Amerika Serikat, The FED untuk menahan suku bunga tetap pada level 0,5 persen membawa USD dibawah tekanan terhadap beberapa mata uang termasuk salah satuny adalah Euro. Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 18.18 WIB hari Kamis 22 September 2016 tercatat Euro menguat 0,38 persen terhadap USD menuju level 1,1232.

Analis dari PT Esandar Barjangka, Tonny Mariano mengatakan bahwa keputusan The Fed untuk kembali menunda kenaikan suku bunga acuan judi togel memberikan dampak terhadap tertekannya dollar AS dan menguntungkan mata uang lainnya.
Efek The FED, EUR Kembali Menekan USD
Walaupun The Fed mengatakan bahwa peluang kenaikan suku bunga di akhir tahun terbuka lebar, akan tetapi para investor menganggap ini merupakan momentum untuk melepaskan USD yang menyebabkan pada perdagangan Kamis USD mengalami penurunan secara global.

EUR dapat dikatakan memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat posisinya atas USD. Padahal dari segi fundamental Teman 4D dan ketahanan ekonomi, Negeri Paman Sam memiliki ketahanan dan fundamental yang lebih baik dari Eropa saat ini. Gubernur bank sentral Eropa atau ECb mengatakan bahwa ECB masih menyediakan peluang untuk melonggarkan kebijakan keuangan jika merujuk pada kondisi saat ini.

“Beberapa negara Eropa seperti Yunani dan Portugal masih akan mengalami krisis selain itu proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa juga belum diketahui ujungnya,” kata Tonny.

Pergerakan EUR juga masih akan menunggu pidato Draghi pada Kamis malam waktu setempat sekaligus menunggu data terbaru dari manufaktur dan jasa Eropa yang akan dirilis pada Jumat ini. USD sendiri juga dibayangi-bayangi oleh outlook ekonomi yang kurang bagus karena terdapat kabar bahwa angka pengangguran AS naik menjadi 261 ribu dari 260 ribu.

Bakrie Sumatra Ketiban Rejeki Dari Kenaikan Harga CPO

Harga CPO atau Crude Palm Oil di pasar global yang saat ini naik hingga mencapai 750 dollar AS hingga 790 dollar AS per metrik ton pada awal September ini sepertinya menjadi berkah bagi para perusahaan kelapa sawit. Berkah ini tidak hanya dinikmati oleh perushaan besar akan tetapi juga oleh perusahaan menengah yang selama ini menjual CPO ke perusahaan besar.

Andi W.Setianto yang merupakan Direktur Investor Relation PT Bakrie Sumatera Plantation mengatakan bahwa harga jual dari CPO yang dijual oleh http://www.temanpoker99.com PT Bakrie Sumatera Plantation juga ikut terkeret mengikuti harga pasar yang berlaku saat ini.
bakrie-sumatra-ketiban-rejeki-dari-kenaikan-harga-cpo
Akan tetapi, Andi enggan untuk merinci berapa persen kenaikan harga dari CPO dari Bakrie Group tersebut. Dirinya juga menolak berapa nilai jual dari https://www.temanjudi.com CPO Bakrie Sumatera saat ini. Andi hanya menjelaskan bahwa kenaikan penjualan tersebut terdorong oleh turunnya produksi CPO yang disebabkan oleh El Nino tahun lalu. Selain itu, dirinya juga mengakui bahwa pemerintah juga menahan stok dalam negeri dengan membatasi ekspor.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau Gapki, Fadhil Hasan menjelaskan bahwa penurunan produksi dan juga pembatasan ekspor ini cukup membantu meningkatkan stok minyak sawit dalam negeri. Pada Juli, tercatat stok minyak sawit sebanyak 1,88 juta ton yang dimana meningkat sebesar 4 persen dibandingkan dengan sebelumnya yang hanya mencapai 1,80 juta ton.

Gapki memperkirakan bahwa harga CPO akan terus merangkak naik pada bulan September 2016 akibat dari pembatasan ekspor ini. Gakpi memprediksi hingga akhir September, harga CPO akan bergerak di kirasan 730-770 dollar AS per metrik ton. Keyakinan naiknya harga CPO ini juga didorong oleh turunnya ekspor minyak sawit beserta turunannya termasuk biodiesel dan oleochemical http://www.teman4d.com selama tiga bulan berturut-turut.

Saat ini pemerintah melakukan pembatasan ekspor untuk menjaga stok dalam negeri. Ekspor CPO dan turunan, oloechemical dan biodesel hingga bulan Juli tercatat 1,74 jtua ton yang dimana turun 8 persen dari bulan sebelumnya yang mencapai 1,89 juta ton.

Hingga Agustus, Harga Gas Alam Naik 13%

Masalah pasokan masih terus menjadi problem utama yang menghalangi pergerakan dari harga gas alam walaupun untuk periode 8 bulan ini yang dimulai dari awal tahun 2016, gas alam menunjukan kenaikan.

Mengutip Bloomberg, harga gas alam untuk kontrak Oktober 2016 di NYMEX atau New York Mercantile Exchange tergerus 1,18 persen pada lever 2,76 dollar AS per mmbtu dibanding dengan hari sebelumnya. Pada bulan Agustus 2016, harga gas alam secara keseluruhan telah melemah 1,03 persen akan tetapi jika dalam hitungan tahun 2016 ynag masih berjalan, dimulai dari January hingga Agustus, gas alam menunjukan penguatan sebanyak 13,38 persen.
Hingga Agustus, Harga Gas Alam Naik 13%
Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka mengatakan bahwa tekanan yang dialami oleh gas alam pada bulan Agustus disebabkan oleh stok tinggi. Tercatat di NYMEX, saat pini stok gas alam AS mencapai 3,401 triliun kaki kubik per September 2016. Angka tersebut lebih tinggi 9 persen dari nilai rata-rata selama 5 tahun terakhir.

“Ini berarti kan pasar melihat cuaca panas juga gagal untuk mengangkat permintaan yang dapat menyerap stok yang ada saat ini,” jelas Ibrahim. Selain itu, faktor penguatan dollar AS akibat dari rumor kenaikan suku bunga The Fed juga membuat harga gas alam semakin tertekan.

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap gas alam masih akan terjadi terutama pada bulan Oktober 2016. “Bulan Oktober adalah periode musim gugur yang dimana sudah hampir dipastikan bahwa permintaan akan semakin menurun,” tambah Ibrahim. Bahkan Ibrahim mengindikasikan bahwa tidak tertutup kemungkinan harga akan semakin tertekan mengingat pasokan yang masih besar di pasar.

Perlemahan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga kuartal keemapt akan tetapi tidak akan membuat gas alam menyentuh angka angka. Sebagai informasi, gas alam pernah menyentuh titik terendah semenjak 2008 silam yaitu menyentuh harga 2,08 dollar AS per mmbtu.

BUMI Kembali Jual Aset Untuk Lunasi Hutang

PT Bumi Resources Tbk atau BUMI dikabarkan akan kembali menjual aset yang mereka miliki untuk melunasi hutang sebesar 90 juta dollar AS yang akan jatuh tempo. Aset yang dikabarkan dijual tersebut adalah Leap Forward Resources Ltd yang dimana BUMI berencana untuk meleas 50 persen saham kepemilikan yang dimiliki di Leap Forward Resources. Saat ini disebut BUMi telah mengantongi 2 korporasi yaitu Smart Alliance Limited dan Oceanpro Investments Limited sebagai peminat.

Leap Forward merupakan anak perusahaan dari PT Bumi Resources Investment yang terlibat dalam kegiatan produksi beserta penjualan batubara terutama untuk daerah produksi di Tambang Gunung Sari, Tambang Buluk Seng dan Tambang Ulung yang semuanya terletak di Kalimantan Timur.
BUMI Kembali Jual Aset Untuk Lunasi Hutang
Direktur dan juga sekaligus Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava mengatakan bahwa dana tersebut akan digunakan untuk membayar hutang ke salah satu kreditur yang akan jatuh tempo, dalam hal ini adalah Axis Bank Ltd yang berada di Hong Kong.

Sebagai informasi, Leap Forward adalah unit usaha khusus atau special purpose vehicle yang dimana sebelumnya telah dilepas 50 persen saham oleh BUMI ke Jainson Holdings Hong Kong Limited pada tahun 2012. Hasil penjualan saham tersebut juga digunakan untuk melunasi hutang kepada Axis Bank.

Pada Juni 2015 pun, BRI telah menandatangani penjualan saham dengan Oceanpro Investment Limited. Ketika itu BRI menjual 62 saham yang dimiliki nya di Leap Forward yang mewakiliki kepemilikan sebesar 12,38 persen dengan nilai transaksi mencapai 24,75 juta dollar AS.

Pada akhir tahun 2014, BRI juga telah melepas kepemilikan pada PT Fajar Bumi Sakti untuk membayar hutang. Ketika itu BUMI menjual 50 persen kepemilikan di FBS kepada Jainson Holding Hongkong dengan nilai 130 juta dollar AS.

Aksi jual aset ini dilakukan oleh BUMI untuk kembali restrukturisasi hutang yang mereka miliki sekaligus mengembalikan struktur modal korporasi.

Impor China Menurun Turut Menekan Harga Tembaga

Tembaga terus mengalami trend penurunan selama sepekan terakhir. Penurunan ini disinyalir disebabkan oleh turunya impor China ditambah dengan penguatan USD. Diprediksi harga tersebut akan terus tergerus hingga akhir pekan ini.

Mengutip dari data Bloomberg, harga tembaga kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange telah tergerus hingga 0,41 persen di leverl 4.690 dollar AS per metrik ton dibanding hari sebelumnya. Hal paling mengkhawatirkan adalah selama sepekan terakhir tembaga telah mencatatkan penurunan hingga 1,74 persen.
Impor China Menurun Turut Menekan Harga Tembaga
Ibrahim, Direktur PT Garuda Berjangka mengatakan bahwa angin negatif tengah menghantam posisi tembaga. Hal pertama adalah pasokan besar yang tidak didukung oleh permintaan yang seimbang. Sebagai contohnya saja adalah laporan impor China yang mencatatkan penurunan dari 305.304 ton menjadi 251.235 ton. Angka tersebut merupakan angka terendah dalam 17 tahun terakhir. Sementara itu ekspor tembaga justru menunjukkan kenaikan hingga 76 persen dibanding jJuni 2016.

Penurunan impor ini disebabkan oleh banyaknya smelter atau pengolahan tembaga di China yang memilih untuk berhenti berproduksi ditengah kelesuan ekonomi yang tengah melanda China sehingga para produsen atau pemilik smelter yang menghentikan produksi untuk meningkatkan margin produksi.

Keadaan terbaru ini tentunya sangat mengecewakan pasar terutama negara yang dikenal sebagai eksportir tembaga. “Ketidakseimbangan ini merupakan masalah fundamental bagi pelaku pasar karena harga turun justru ketika saat pasokan sedang membanjiri pasar. Keadaan ini akan membuat tembaga sulit merangkak naik,” kata Ibrahim.

Saat ini London Metal Exchange menunjukkan lompatan stok tembaga sebesar 14 persen dalam 2 hari beruntun. Lompatan ini dapat dikatakan sebagai lompatan tertinggi untuk kategori harian selama 7 bulan terakhir. Akibat dari stok yang begitu banyak, tembaga semakin terkikis dalam.

“Faktor lain adalah USD yang mulai menunjukkan penguatan dikarenakan spekulasi kenaikan suku bunga akan sedang dibicarakan oleh The Fed,” lanjut Ibrahim. Dengan Harga jual yang berpatokan pada USD tentunya ini akan semakin memperburuk kondisi tembaga.