Beberapa Anak Usaha BUMN Telah Siap Untuk Melakukan IPO

Bursa Efek Indonesia ata BEI menyampaikan bahwa terdapat sejumlah anak perusahaan BUMN bandar poker yang tengah melakukan proses penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2017 ini.

Dirut BEI Tito Sulistio menjelaskan saat ini para anak usaha BUMN tersebut telah melakukan proses bersama OJK. Diharapakn proses ini akan segera selesai dan saham anak usaha BUMN tersebut dapat segera dicatatkan dan diperdagangkan di lantai perdangan BEI.

Tito Sulistio menilai bahwa proses IPO anak usaha BUMN ini relatif lebih mudah dibandingkan dengan induknya. Hal ini dikarenakan BUMN harus melalui 25 tahap dalam proses IPO, berbeda dengna anak usaha yang dapat lebih cepat dan tidak harus melewati 25 tahap seperti pada induk BUMN. “BUMN biasanya membutuhkan 25 tahap dalam proses IPO nya. Untuk anak usahnay lebih singkat karena tahap yang dibutuhkan lebih sedikit,” kata Tito.

Tito Sulistio mengatakan bahwa selain anak usaha BUMN, sejumlah perusahaan swasta juga telah menyatakan situs poker ketertarikan untuk melakukan IPO yang dimana salah satunya adalah PT Alfa Energi Investama.

Dirut Alfa Energi Investama, Aris Munandar menjelaskan bahwa pihaknya telah merencanakan untuk melepas sekitar 23 persen sama perusahaannya ke publik melalui IPO dengan target dana yang diperoleh sekitar 125 miliar hingga 160 miliar. Dana IPO itu sendiri akan digunakan sebagai modal kerja, aksi korporasi seperti penambahan kapasitas pelabuhan dan pelunasan hutang,

“Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk untuk modal kerja, pelunasan hutang dan tentunya aksi korporasi lainnya yaitu menambah kapasitas pelabuhan,” kata Aris.

Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan persyaratan untuk pengajuan IPO seperti laporan kinerja tahun buku Desember 2016. Untuk pelaksana IPO ini, Alfa Energi Investama telah menunjuk PT Lautandhana. Alfa Energi sendiri daftar poker adalah perusahaan yang bergerak di bidang batubara yang beroperasi di Kalimantan Timur dengan total aset mencapai Rp 400 miliar.

Right Issue GREN Akan Naik Jadi 40 Triliun

PT Evergreen Invesco Tbk atau GREN berniat menambah nilai penambahan modal lewat hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD. Perusahaan tersebut akan menerbitkan maksimal 200 miliar saham baru dalam right issue ini.

Dengan penerbitan 200 miliar saham baru ini, Direktur Utama GREN Handy Suryanto mengatakan bahwa GREN akan memperoleh dana segar sbobet casino hingga Rp 40 triliun. Pernyataan tersebut dinyatakan oleh Handy ketika diinterview oleh Bursa Efek Indonesia dalam interview keterbukaan informasi.
Right Issue GREN Akan Naik Jadi 40 Triliun
Sebelumnya, GREN hanya berniat untuk menerbitkan 150 miliar saham baru yang ditargetkan untuk memperoleh dana segar mencapai Rp 30 triliun. Hal ini juga terkonfirmasi oleh Sekretaris Perusahaan GREN Wiwi Novianti.

“Benar, sekitar mencapai 40 triliun,” kata Wiwi.

Dari dana right issue ini, GREN berencana untuk melakukan pelunasan hutang dan pengembangan kegiatan operasional yang tengah berjalan. Untuk menggelar right issue, GREN telah mengantongi persetujuan dari para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 17 Oktober 2016.

Bila para pemegang saham publik tidak mengeksekusi right issue ini makan bagian dari para pemegang saham akun sboobet ini akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham atau dilusi 97,53 persen dari 40,53 persen menjadi 1 persen.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi mengetai aksi korporasi ini. “Saya belum dapat info apapun. Saya minta waktu untuk update dari tim dulu,” kata Samsul.

Pada Juni 2016, GREN memiliki hutang mencapai Rp 20 miliar dengan total aset mencapai Rp 486,65 miliar. Modal disetor dan ditempatkan oleh GREN mencapai Rp 469,41 miliar. Saat ini pemegang saham GREN terdirid ari Natural Crystal Holding Inc dengan kepemilikan mayoritas mencapari 53,26 persen, First Venture Limited dengan porsi 6,22 persen sedangkan sisanya sebesar 40,52 persen dimiliki oleh publik.

Sebelumnya, GREN disebut akan mengganti bisnis utama mereka dari bisnis distribusi benang sintetsi menjadi bisnis pergudangan. Sekretaris GREN mengatakan bahwa pergantian bisnis Teman Judi ini diambil karena manajemen melihat prospek bisnis pergudangan yang lebih baik dari pada bisnis utama GREN saat ini.

Untuk menjalankan bisnis baru ini, GREN telah menunjuk PT Tristate Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari GREN untuk mengelola bisnis gudang ini.